Minggu, 15 Juli 2012

Mengenal Palembang dan Sungai Musinya

Mengenal Palembang dan Sungai Musinya ---Palembang merupakan Ibukota propinsi dari Sumatera Selatan, dan sekaligus menjadi kota terbesar kedua di Sumatera setelah Medan. Palembang juga pernah menjadi pusat kerajaan Sriwijaya saat puncak kejayaannya. Terhitung sejak abad ke-9 hingga ke-11, kerajaan Sriwijaya menguasi seluruh laut sumatera hingga selat Malaka.

Jembatan Ampera Palembang
PALEMBANG DAHULU KALA
Palembang dengan Sriwijaya nya pada waktu itu, selain dengan pusat perdagangan, juga dikenal sebagai pusat pendidikan ilmu agama Budha. Banyak biksu dari Cina, India, dan Jawa yang berkumpul di Sriwijaya untuk mempelajari agama Budha. Bahkan, seorang biksu Cina yang bernama I Ching pernah menulis bahwa ada lebih dari 1000 biksu budha yang berada di Palembang. Dia menyarankan kepada semua biarawan Cina untuk mempelajari bahasa Sansekerta di Palembang sebelum melanjutkan ke India.

Sebagian besar rakyat Sriwijaya pada waktu itu tinggal di pesisir sungai musi. Di sungai musi inilah pusat perdagangan dan armada Sriwijaya bermarkas. Sungai Musi menjadi tempat transaksi perdagangan emas, rempah-rempah, sutra, kerajinan gading, dan keramik yang berasal dari para pedagang luar negeri seperti Cina, India, dan Jawa. Namun masa keemasan Kerajaan Sriwijaya ini harus berakhir pada tahun 1025 masehi karena mendapat serangan dari Raja Chola dari India Selatan. Riwayat Sriwijaya semakin terbenam setelah pada abad ke-15, kaisar Cina juga melakukan ekspansi ke Palembang melalui Laksamana Cheng Ho.

Selain sebagai pusat kerajaan Sriwijaya, Palembang juga dikenal dalam sejarah sebagai asal-usul orang Melayu yang rajanya diyakini telah turun ke bumi di Gunung Siguntang, sebelah utara Palembang.

Ampera Waktu Malam
KEKAYAAN DASAR PALEMBANG
Palembang sekarang ini memiliki kekayaan daerah berupa tambang dan pertanian. Mulai dari pertambangan minyak hingga batubara. Juga kelapa sawit, karet dan banyak lagi. Namun untuk pusat perdagangan, sepertinya masih mempertahankan model jaman Srwijaya dulu, yaitu berpusat di sekitar sungai musi Palembang. Terlihat dari keberadaan Pasar 16 Ilir Palembang yang terhubung langsung dengan sungai musi.

SUNGAI MUSI PALEMBANG
Sungai musi adalah sungai yang membelah kota Palembang menjadi dua bagian, hilir dan hulu. Sumber utama airnya berasal dari bukit barisan. Sebenarnya banyak sekali sungai-sungai kecil yang membela kota Palembang. Wajar jika Palembang juga dikenal sebagai "Venice dari Timur".

IKON KOTA PALEMBANG
Jembatan Ampera merupakan ikon modern kota palembang. Jembatan peninggalan Jepang yang diresmikan Soekarno ini menghubungkan Palembang Hilir dan Hulu. Melihat pemandangan dari atas jembatan ampera memang sungguh menakjubkan dan tak terlupakan. Terlihata hamparan perahu motor yang hilir mudik. Juga saat senja kita bisa melihat kerlap-kerlip lampu hias yang sungguh indah dan tidak kalah dengan kota air venice.

Terlalu banyak untuk diceritakan untuk Mengenal Palembang dan Sungai Musinya pada Artikel Travel kali ini. munghkin mengunjunginya adalah cara terbaik untuk mendapatkan kesan tak terlupakan tentang kota Palembang. Mulai dari menikmati kuliner khas dari tempoyak, hingga membeli kain songket palembang yang harganya fantastis itu.

Demikianlah artikel tentang Kota Palembang dan Sungai Musi kali ini. Baca juga artikel travel sebelumnya tentang cara memesan tiket kereta api. Have a nice trip!

Tidak ada komentar:

ARTIKEL TRAVEL TERBARU
ARTIKEL KULINER TERBARU
ARTIKEL KARIR TERBARU
ARTIKEL KECANTIKAN TERBARU
ARTIKEL HOBI TERBARU ARTIKEL HIBURAN TERBARU